Laman1

Penentu pengambilan Rukyatul Hilal





Ponorogo,  selasa tanggal 22 Agustus  2017. Gunung Sekekep Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung Kab.  Ponorogo salah satu tempat sebagai penentu pengambilan Rukyatul Hilal belum bisa melihat Hilal dikarenakan masih tertutup  oleh Mendung

KEGIATAN FKUB






Hotel Amaris PCC Ponorogo satu satunya lokasi strategis untuk Sosialisasi Penanganan Terorisme dan Radikalisme bagi Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Kabupaten Ponorogo, yang dihadiri oleh  Dr. H. Sudjarno MM wakil Bupati Ponorogo, kapolres, Kodem, kepala Kemenag, para Penyuluh Agama dan para Tokoh masyarakat, Wabub Sudjarno menyampaikan informasi globalisasi perkembangan masyarakat di  Ponorogo khususnya yang bisa kita rasakan bersama saat ini Alhamdulillah aman, nyaman dan damai sejahtera, terbukti tidak ada gejolak maupun faham faham yang membuat warga masyarakat terganggu bahkan terbawa isu yang tidak jelas.  
Selanjutnya Sudjarno menyampaikan informasi terorisme yang berkembang di negara secara umum bahwa terorisme adalah bentuk serangan yang terkoordinasi dengan tujuan utama untuk menjalankan teror terhadap sekelompok masyarakat.
Oleh karena itu kita sebagai pengurus maupun pembina saat ini mari bersama sama merapatkan barisan untuk membangun suasana yang aman, damai sejahtera hingga anak cucu kita khususnya   masyarakat  Ponorogo yang terkenal sebagai kota santri, yang terakhir saya sampaikan terima kasih kepada seluruh peserta semoga dalam pertemanan ini bisa menjadi motivasi dan keinginan kita bersama membuat kota Ponorogo khususnya lebih baik dari sebelumnya.

Pemberangkatan CJH Kloter 23 SUB



(2/07/2017) H. Hadi  Mukharom Kepala Kemenag ponorogo menyampaikan laporan kepada Wakil Bupati Ponorogo H. Sujarno MM bahwa jumlah calon jamaah haji ponorogo yang berangkat    kloter 23 / SUB sejumlah 445 orang yang diberangkatkan oleh Wabub H Sujarno dari paseban Alon Alon Ponorogo pada hari Rabu tgl  2 Agustus 2017 jam 14.00 WIB.  Adapun jamaah yang di berangkatkan pada kloter 24 / SUB sejumlah  98 orang oleh Kepala Kemenag ponorogo di  halaman kantor Kemenag Ponorogo jam  10.00WIB menuju Embarkasi Surabaya

Musyda Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponorogo yang ke XX





Wakil  Bupati Ponorogo  H.  Sujarno MM telah membuka Musyda Pimpinan Daerah  Ikatan Pelajar  Muhammadiyah Ponorogo yang ke  XX di Holl Sport SMA Muhammadiyah 1 jl.  Batorokatong Ponorogo tanggal 29 Juli 2017 hadir 300 orang terdiri dari ormas pelajar se kabupaten ponorogo tidak lupa dari unsur pimpinan pemerintah Kapolres,  kodem, kan kemenag Ponorogo sejumlah pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo.  Wabub menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyda IPM yang ke  XX di bulan Juli  tahun 2017 ini, yang di tandai dengan Launcing " Buku Manifestasi  Rasa  " yang merupakan buku Analogi karya anak IPM besutan pimpinan Daerah IPM Ponorogo dengan lagine bahwa  " Rasa ini  belum berakhir  " buku ini tampil sederhana dan mudah di cerna, di tulis dengan penuh dedikasi oleh para kadernya, dan selanjutnya Wabub juga berpesan kepada seluruh anggota maupun para pengurusnya untuk tidak salah jalan, mengapa demikian,  karena sudah banyak termuat di media yang tercatat sebagai anak jalanan bahkan terbawa oleh arus kearah Narkoba  dan lain sebagainya,  maka pesan Wabub H Sujarno kepada seluruh peserta Musyda Lanjutkan perjuangan mu perjalanan mu masih jauh raihlah cita - citamu yang setinggi - tingginya walaupun di sana  sini banyak rintangan yang siap selalu menghadang langkah mu.

CJH Ponorogo 2017 Bapak Tugirin Sekalian



Bapak  Tugirin (75tahun) dan Ibu  suratini (67 Tahun) calon jamaah haji  Kab. Ponorogo yang saat ini sedang menderita sakit " Buyuten" ( gemetar  ) yang diawali sejak 3 tahun terakhir dari tahun pemberangkatan haji 2017 ini,  dengan bekal iman dan semangat yang tinggi walaupun dengan berjalan dengan tertatih tatih tetap berangkat,  dengan bekal sebagai tukang penjahit baju dan celana khas warok Ponorogo bisa menabung untuk naik haji,  Bapak dan Ibu  Tugirin mempunyai anak  sejumlah  tujuh  orang laki-laki  empat orang dan perempuan  tiga orang dari tujuh bersaudara ini satu orang jadi  Dosen  INSURI Ponorogo, satu guru  SDN Ngrayun, satu orang seniman  warok Ponorogo dan yang lain meneruskan usaha wiras swasta mandiri penjahit.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Dan Mars Penyuluh Agama Islam Non PNS. Di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Dan Mars Penyuluh Agama Islam Non PNS. Di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. H. Syaikh...